Gallery

Petilasan Mbah Marijan

Sosok pria yang tekun beribadah dan tinggal di lereng merapi atau yang lebih dikenal sebagai juru kunci gunung merapi ini sudah berpulang ke sisi tuhan. Tentu kenangan tentang kepribadiannya bagi masyarakat Indonesia tidak mudah untuk melupakanya. Oleh karena itu. Setelah kepergiannya almarhum di semayamkan di tempat peristirahatan terakhir yaitu di sebelah barat kaliadem tepatnya di dusun Kinahrejo yang mana setiap harinya selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah yang ingin mendoakan beliau.
Mbah marijan selama hidupnya menjadikan gunung menjadi tak terpisahkan dengan hidupnya. Kala gunung sudah menunjukan gejala kurang sehat namun mbah marijan sendiri tidak mau meninggalkannya. Walaupun sempat beberapa kali dibujuk oleh beberap tim sar namun beliau masih kukuh dengan pendirianya. Namun nasib naas menimpanya, ketika pada tahun 2010 lalu merapi mengalami erupsi beliau juga menjadi korban dari keganasan merapi. Beliau sudah ditemukan tak bernyawa dalam posisi sujud.
Ternyata mbah marijan menjadi juru kunci gunung merapi melanjutkan peran ayahnya yang sebelumnya juga merupakan sang juru kunci juga. Ketika tahun 1970 ayahanda beliau masih hidup namun beliau sudah diangkat menjadi abdi dalem Keraton Yogyakarta untuk menyertai tugas sang ayah. Sehingga Sultan Hamengkubuwana IX pun berkenan memberi gelar sekaligus nama baru, yakni Mas Penewu Surakso Hargo, dengan pangkat sebagai menteri juru kunci alias wakil atau asisten ayahnya. Setelah sang ayah meninggal dunia beliaupun akhirnya naik menjadi juru kunci merapi tepatnya sejak 3 maret 1982.
Konon dulu letusan merapi yang amat dahsyat mampu mengubah sejarah yaitu pada 10 abad yang lalu letusan itu membuat kerajaan mataram kuno terpaksa pindah dari jawa tengah ke jawa bagian timur yang nantinya ini nanti menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Majapahit, Demak, Mataram Islam, hingga Kesultanan Yogyakarta.
Letusan merapi yang amat dahsyat itu konon mamp membuat seluruh permukaan jawa tengah tertutupi abu vulkanik. Erupsi ini juga sampai-sampai juga mengubur candi Borobudur dan candi prambanan.
Karena itulah beliau dengan hati yang tulus dan ikhlas bersedia merawat dan menjaga gunung teraktif di Indonesia ini yaitu gunung Merapi. Bahkan beliau sempat menolak dua kali permintaan Sri Sultan Hamengkubuwana X, dimana ia adalah Raja Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY yang seharusnya menjadi Junjungannya. Itulah sifat dari kesetiaan mbah marijan.
Bagi anda yang berkunjung dan ingin berwisata di lereng gunung merapi dianjurkan untuk singgah ke petilasan sang juru kunci, dan juga mendoakan agar beliau dapat ganjaran yang baik serta tenang disisinya. Singkat cerita artikel ini dan semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

LEAVE A REPLY

Open chat
Adventure Lavatour Merapi Seru Lo..
Powered by